Breeding Farm

Bagikan ke

A. Breeding Farm (Peternakan Ayam Indukan)

Input

  1. Pakan

Pakan yang digunakan untuk pemeliharaan breeding farm yang berlokasi di daerah Palas, Lampung Selatan ini menggunakan pakan dari hasil produksi feedmill

2. Obat dan Vaksin

Pemeliharaan breeding farm selalu menggunakan supplier obat dan vaksin yang selalu di percaya baik dan berkualitas. Hal tersebut dilakukan agar mampu selalu menjaga performa dari ayam indukan itu sendiri. Vaksin yang selama ini di gunakan untuk pemeliharaan ayam indukan diberikan Vaksin sesuai program dari Keswan

3. Air

Air yang ada di Breeding Farm milik PT. Sumber Protein Indonesia  telah di uji ke laboratorium terpercaya untuk di tes tingkat kelayakannya untuk kegiatan pemeliharaan. Dan menurut hasil uji air bebas dari cemaran mikroba dan bahan kimia serta pH yang baik untuk dikonsumsi oleh manusia maupun oleh ternak.

Proses :

  1. Team

Breeding Farm milik PT. Sumber Protein Indonesia memiliki tim yang solid dalam menciptakan produksi telur HE yang berkualitas. Terdiri dari Supervisor Farm, Operator Kandang, Petugas Rekording, General Affair, Logistik, Finance (Kasir), Petugas Laundry dan Security.

2. Kandang

Saat ini PT. Sumber Protein Indonesia memiliki total sebanyak 13 kandang. Kapasitas di tiap kandang adalah sebanyak 12.000 ekor. Kandang yang dibangun disesuaikan dengan arah pancaran matahari.

3. Gudang Pakan

Gudang pakan selalu di pantau keamanannya agar jangan sampai terdapat tikus maupun hewan pengganggu lainnya yang dapat merugikan pakan yang disimpan di gudang. Sistem pengambilan pakan yang terdapat digudang pakan menggunakan sistem FIFO.

4. Penanganan Starter/DOC

Starter ayam petelur pemeliharaan dilakukan mulai dari umur 0 – 21 hari. Sebelum chick in / ayam masuk kandang, dilakukan sanitasi dan desinfeksi kandang dan peralatan pendukung secara ketat dengan menggunakan desinfektan. Program pemeliharaan ayam meliputi pemberian pakan dan air minum, medikasi, lighting, penghangat dan kontrol bobot badan ayam dilakukan sesuai dengan program dan standar pemeliharaan ayam breeding.

5. Penanganan Grower

Pemeliharaan ayam Fase Grower dilakukan mulai dari umur 3 – 25 minggu.  Pada fase ini dilakukan kontrol bobot badan dan kerangka tubuh (frame size) secara ketat agar frame size terbentuk secara sempurna. Frame size terbentuk secara optimal pada umur < 12 minggu. Frame size yang terbentuk sempurna akan sangat mendukung pencapaian puncak produksi yang optimal dan memiliki persistensi (lama bertahan di puncak) produksi yang lama. Keseragaman bobot badan yang harus dicapai adalah > 80%. Ayam yang memiliki bobot badan di atas atau di bawah keseragaman dipisahkan dan diberikan perlakuan khusus agar bobot badan dan frame size sesuai standar. Tindakan ini bertujuan untuk mencapai puncak produksi diatas 85%. Program vaksinasi pada fase ini dilakukan secara ketat, sesuai dengan standar breeding.

6. Penanganan Laying

Pemeliharaan ayam Fase Laying dilakukan mulai dari umur 26 minggu yang ditandai dengan produksi telur mencapai 5%. Pada umur 26 – 30 minggu adalah fase yang sangat penting dikarenakan pada fase ini puncak produksi sedang berlangsung. Oleh sebab itu, perlu dilakukannya kontrol yang cukup ketat. Setelah puncak produksi berlangsung ayam akan mengalami penurunan produksi yang bertahap sampai dilakukannya afkir pada umur 65 – 70 minggu (tergantung kondisi/produksi telur yang dihasilkan).

7. Kesehatan Hewan

PT. Sumber Protein Indonesia dalam hal penanganan terhadap kesehatan hewan, dilakukan oleh Dokter Hewan. Dimana dilakukan selalu pemberian multivitamin sesuai dengan dosis dan dilakukannya kegiatan Vaksin secara rutin ditiap bulannya di tiap kandang.

8. Pengendalian Kualitas

Dalam pengendalian kualitas produk yang dihasilkan, dipantau terus oleh Quality Control Farm dan Quality Assurance (Penjamin Mutu). Dimana sangat diharapkan selalu kualitas produksi yang dihasilkan oleh Breeding Farm milik PT. Sumber Protein Indonesia Ini sesuai standar yang sudah ditetapkan.

Output :

Out put dari Breeding Farm yaitu berupa hatching egg (HE) yang didistribusikan ke hatchery PT. Sumber Protein Indonesia yang berlokasi di daerah Mande, Kab. Cianjur Jawa Barat untuk ditetaskan sehingga didapatkan DOC (Final Stock).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *